Senin, 04 Agustus 2008

Love story

Ajarkan aku menjadi naif, senaif dirimu yang masih bisa tertawa.. Senaif kebahagiaan di alam kita berdua.. Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan, aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan.. Atau ajarkan aku menjadi penipu, apabila kau rasakan sakit itu dalam tawamu..
Aku mencintaimu sepenuh hati. Tak peduli lagi tepat atau tidak. Tak peduli kau menyadari aku hilang atau tampak.. Tak peduli kau bahagia dengan diriku atau cuma dengan sel otak..
Layakkah cinta hidup semu laksana hantu? Yamg melayang bagai bulu panah.. Aku ingin menjejak tanah.. Mengambang membuatku lelah.. Di saat seperti ini, ijinkanlah aku mempertanyakan, dimana kau letakkan aku? Adakah aku seberharga apa yang kau miliki? Akankah kau pertahankan aku selayaknya nyawamu sendiri? Ataukah namaku hanya akan melintas sekilas di detik-detik terakhirmu untuk kemudian menyublim seperti arwah tersedot surga?

Tidak ada komentar: